Sapi aja tahu

June 16, 2011

Pagi ini aku berniat pergi ke sawah untuk melihat suasana pagi di persawahan sekaligus melihat tananam padi ayahku yang mulai berbuah. Sebenarnya tidak terlalu pagi juga, soalnya matahari sudah bersinar terang di ufuk timur sana. Dengan pakaian santai dan bermodal sepeda butut kesayangan, akupun meluncur ke sawah yang tidak jauh dari rumahku. Kukayuh perlahan sepeda bututku diikuti dengan adik-adikku yang juga ikutan ke sawah. Kebetulan hari ini adalah hari minggu, jadi mereka tidak pergi ke sekolah.

Kurang lebih sepuluh menitan kukayuh sepedaku, dan akhirnya akupun sampai di persawahan desaku. Setelah kuparkirkan sepeda bututku, aku dan juga keempat adikku yang masih duduk di bangku SD dan SMP berjalan menuju gubuk yang berada di pinggir sawah ayahku. Terlihat ayahku sedang memasang beberapa bendera plastik, dan kaleng yang berisi kerikil yang bisa menimbulkan suara di tiang-tiang bambu di titik tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mengusir burung ataupun ayam yang biasa mencari makan di sawah. Aku yang belum begitu mengerti apa yang harus aku lakukan, maka aku hanya bisa membantunya mengulur tali rafia dari tiang-tiang tersebut ke gubuk tempat kami berteduh. Baca selengkapnya…

Advertisements

Diterima atau tidak

June 8, 2011

“sepohon kayu daunnya rimbun

Lebat bunganya serta buahnya

Walaupun hidup seribu tahun

Kalau tak sembahyang apa gunanya

Walaupun hidup seribu tahun

Kalau tak sembahyang apa gunanya

Kami bekerja sehari-hari

Untuk belanja rumah sendiri

Walaupun hidup seribu tahun

Kalau tak sembahyang apa gunanya

Walaupun hidup seribu tahun

Kalau tak sembahyang apa gunanya” Baca selengkapnya…


Sepele bukan berarti tak ada

May 26, 2011

Dua hari belakangan ini merupakan hari tersibuk buatku. Di samping harus melakukan tugas pokok, aku juga harus mengerjakan tugas tambahan dari atasanku. Tugas yang seharusnya tidak memberatkanku jika aku segera melaksanakannya. Kini tugas tambahan itu seolah membebaniku karena sikapku yang menganggap remeh tugas tambahan tersebut.

Seperti halnya kantor pemerintah pada umumnya, setiap bagian pasti mempunyai tupoksi masing-masing. Tak terkecuali dengan bagian tempatku mencurahkan seluruh tenagapun mempunyai tupoksi sendiri yaitu membuat laporan keuangan kantor. Sudah menjadi satu kesatuan juga, bahwa selain mengerjakan tupoksi masing-masing, setiap bagian juga diwarnai dengan urusan surat menyurat. Baik surat masuk ataupun surat keluar.

Mungkin karena urusan surat menyurat ini tidak termasuk dalam tupoksi bagianku, maka atasanku mempercayaiku untuk mengelola semua surat yang masuk ke bagianku. Tugasku sebenarnya mudah, yaitu hanya mengarsipkan surat-surat itu dan memasukkannya ke dalam database aplikasi yang sudah tersedia. Melihat kuantitas surat yang masuk tidak begitu banyak setiap harinya, maka akupun mengabaikannya. Hanya menumpuknya di kotak di bawah meja kerjaku setiap kali ada surat masuk yang tak perlu tindak lanjut.sesegera mungkin. Baca selengkapnya…