Kapan Ayahku pulang?

March 27, 2011

Siang itu Ardy pulang sekolah dengan membawa mobil mainan baru. Mainan yang baru saja dia beli di toko dekat sekolahnya. Jarak rumah dan sekolah yang hanya dipisahkan oleh empat rumah, membuatnya hanya berjalan kaki untuk pergi dan pulang sekolah. Dengan menggunakan seragam kuning biru, anak laki-laki berumur empat tahun itu berlari riang menuju ke rumahnya. Rumah sederhana yang terletak di sebuah desa kecil di Kota Pati, Jawa Tengah. Terlihat mobil-mobilan warna merah masih terbungkus plastik tergenggam erat di tangan kanannya.

Rona kegembiraan tersirat jelas dari wajahnya. Masih dengan berlari-lari kecil, Ardy berteriak-teriak kegirangan menuju rumahnya. Begitu masuk halaman rumah Ardy berteriak-teriak memanggil uminya.

“Umi-umi…!!” teriak Ardy sambil lari-lari kecil

Dari dalam rumah tampak wanita muda berjilbab biru, lari tergopoh-gopoh. Segera wanita muda itu membuka pintu dan menyambut anaknya yang masih berada di luar rumah. Begitu pintu terbuka, ibu muda itu mendekati anaknya dan bertanya.

“Ada apa nak? kok teriak-teriak manggil umi.” ucapnya pelan sambil mengusap dahi anakya yang berkeringat.

Dengan manjanya Ardy menjawab pertanyaan uminya.

“Ini mi….Ardy beli mainan baru.” rajuknya manja

“Bagus. Beli di mana tadi?” tanya uminya sembari menggandeng anaknya menuju ke dalam rumah

“Di sekolah!! Mi, Ardy mau main mobil-mobilan sama Abi boleh kan Mi?” tanya ardy sambil merajuk kepada uminya.

“Boleh…boleh…., tapi tidak sekarang ya Nak, nunggu Abi pulang dulu?” jawabnya sambil menenangkan hati. Karena saat ini, abinya Ardy sedang bertugas di luar pulau untuk menjalankan amanah dari kantor tempatnya mengabdikan diri. Biasanya paling cepat empat bulan sekali baru bisa pulang untuk menjenguk mereka. Baca Selengkapnya…

Advertisements