Sepele bukan berarti tak ada

Dua hari belakangan ini merupakan hari tersibuk buatku. Di samping harus melakukan tugas pokok, aku juga harus mengerjakan tugas tambahan dari atasanku. Tugas yang seharusnya tidak memberatkanku jika aku segera melaksanakannya. Kini tugas tambahan itu seolah membebaniku karena sikapku yang menganggap remeh tugas tambahan tersebut.

Seperti halnya kantor pemerintah pada umumnya, setiap bagian pasti mempunyai tupoksi masing-masing. Tak terkecuali dengan bagian tempatku mencurahkan seluruh tenagapun mempunyai tupoksi sendiri yaitu membuat laporan keuangan kantor. Sudah menjadi satu kesatuan juga, bahwa selain mengerjakan tupoksi masing-masing, setiap bagian juga diwarnai dengan urusan surat menyurat. Baik surat masuk ataupun surat keluar.

Mungkin karena urusan surat menyurat ini tidak termasuk dalam tupoksi bagianku, maka atasanku mempercayaiku untuk mengelola semua surat yang masuk ke bagianku. Tugasku sebenarnya mudah, yaitu hanya mengarsipkan surat-surat itu dan memasukkannya ke dalam database aplikasi yang sudah tersedia. Melihat kuantitas surat yang masuk tidak begitu banyak setiap harinya, maka akupun mengabaikannya. Hanya menumpuknya di kotak di bawah meja kerjaku setiap kali ada surat masuk yang tak perlu tindak lanjut.sesegera mungkin.Haripun berganti, namun pekerjaan itu belum aku sentuh. Satu minggu, dua minggu juga berlalu begitu saja, perkejaan itupun masih tetap belum tersentuh. Satu bulan sudah pekerjaan itu terbengkalai, belum tersentuh sedikitpun. Masuk ke awal bulan berikutnya, aku direpotkan dengan urasan pengarsipan ini. Kenapa tidak! atasanku lupa memberikan disposisi pada salah satu surat yang seharusnya dilakukan tindaklanjut, sehingga surat itupun sampai saat ini belum ditindaklanjuti, akhirnya teguran dari kantor pusat yang mengirim surat tersebut melayang kebagianku.

Atas kejadian ini, atasanku langsung menyuruhku untuk segera membereskan tugas tersebut. Akhirnya akupun mulai mengerjakan tugas tersebut. Satu demi satu surat aku masukkan ke database sesuai dengan tanggal masuknya. Sepele memang, namun karena pekerjaan itu sudah terbengkalai selama satu bulan, sehingga surat yang masukpun sudah menumpuk banyak. Kurang lebih ada sekitar dua kotak penuh surat di kardus bekas air mineral gelas yang harus aku arsipkan.

Akibat tugas tambahan ini, akupun harus mengeluarkan tenaga ekstra dan waktu yang lebih untuk menyelesaikannya. Karena tidak mungkin aku mengerjakan tugas tambahan ini dengan mengesampingkan tugas pokokku. Keduanya harus berjalan seimbang, sehingga waktu istirahatkupun tersita untuk mengerjakan tugas tambahan yang sebenarnya sepele itu.

Belajar dari kejadian di atas, aku jadi teringat akan orang bijak yang mengatakan “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Persis seperti apa yang aku alami. Mula-mula hanya beberapa surat saja yang aku taruh di kotak, namun seiring berjalannya waktu dan surat masih tetap ada yang masuk, akhirnya menumpuk hingga dua kotak penuh.

Selain itu, aku juga teringat akan pesan dari salah satu utama yang mengatakan “dosa kecil itu lebih bahaya daripada dosa besar”. Apa yang dikatakannya memang benar jika kita mau menelaahnya lebih jauh. Dosa kecil memang lebih berbahaya daripada dosa besar jika dosa kecil itu dikerjakan secara terus menerus tanpa ada usaha untuk menghentikannya. Namun lebih berbahaya lagi jika dosa besar dilakukan secara terus menerus tanpa ada usaha untuk menghentikannya.

Kupang, 26 Mei 2011/23 Jumadil Akhir 1432H

Advertisements

7 Responses to Sepele bukan berarti tak ada

  1. bukan hanya kangto yg seperti itu, kabanyakan dari kita juga sering kaya gitu, sering menyepelekan hal2 yg kecil,, ah nantilah sedikit ini,,,
    Padahal kita sudah dinasehati tentang 5 sebelum 5 ya kang,,,
    mudah2an dari pengalaman2 yg telah terjadi, bisa jadi pelajaran untuk bisa lebih baik ke depannya,,

    Amiin… Setuju banget nih. 🙂

  2. membaca artikel ini mengingatkanku pada tugas tugas yang belum ku ambil. kerjain ahh

    Ayo buruan, kalau sudah selesai kan lebih asyik ngeblognya. hehehehe 🙂

  3. dede6699 says:

    wah-wah mskipun sy bkan orng sbuk..hee.. Tp hal kcil ky gtu sring bnget..saya slalu santai besok besok..tautau’a g beres..krena di sepelekan..hadduh..bner bngt..hrus sgra di tindaklanjuti..hee..

    Kadang kita menyepelkan hal yang kecil, padahal kecil atau besar peranannya sama. Seribu tak akan terbilang seribu walau kurang 1 rupiah saja. Hehehehe 🙂

  4. giewahyudi says:

    iya ya Kang, yang kecil biasanya enggak menjadi prioritas..
    tapi kadang nyesel juga kayak gitu

    Penyesalan selalu diakhir bro. 🙂

  5. wahyu asyari m says:

    first in first out. tugas pertama dimandatkan tugas pertama dibuat. hehehhe

    Jadi inget pelajaran akuntansi. 🙂

  6. fitr4y says:

    bener kang,, harus segera diselesaikan sejak awal ya,, dh ingat dosa ku..

    Sebisa mungkin begitu. 🙂

  7. cucian juga kalo ditumpuk bisa bikin capek .. hehe

    salam 🙂

    Betul sekali. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: