Berbagilah dengan apa yang anda punya

Aku tinggal di sebuah kampung yang bisa dibilang damai dan juga ramah. Dengan tetangga yang beraneka ragam. Mungkin karena rutinitasku yang mengharuskanku pergi pagi pulang sore, menjadikanku  kurang memperhatikan lingkungan sekitar. Hingga suatu saat aku temui kejadian yang mengetuk hati. Cerita ini tentang dua tetangga dekat rumahku. Dimana yang satu sangat kaya raya dan yang satu miskin yang semiskin-miskinnya.

Suatu sore sepulang kerja, aku mendengar rintihan tangis dari anak-anak tetanggaku yang terkenal akan kemiskinannya itu. Dari percakapan mereka yang terdengar sampai rumahku, ternyata mereka sudah tiga hari tidak makan, hanya bergelas-gelas air putih yang mengisi perut mereka. Mendengar hal itu sebenarnya aku iba juga, namun apa mau di kata hidupku juga pas-pasan, tidak sekaya tetangga sebelah yang punya segalanya, yang bisa berbagi dengan hartanya.

Hingga petang menjelang ternyata tetangga yang kaya raya tak juga datang memberikan sebagian hartanya kepada tentangga yang sedang dilanda kelaparan. Mereka seolah tuli dengan rintihan tangis kelaparan tetangganya. Disela-sela tak keberdayaanku, datanglah seorang pengamen yang memainkan gitarnya sembari menyanyi di depan rumah si kaya mengharap recehan belaskasih dari yang empunya rumah. Namun sang empunya rumah hanya melambaikan tangan tanpa memberi sepeserpun hartanya.

Pengamenpun beralih ke rumah si miskin. Dia bernyanyi dengan merdu. Si miskinpun keluar. Si miskin meminta maaf kepada pengamen karena tak bisa memberiapa-apa. Si miskinpun menceritakan keadaannya, berharap sang pengamen maklum dan tidak sakit hati. Tak disangka, mendengar penuturan si miskin, sang pengamenpun merogoh saku celananya dan mengambil beberapa lembar uang ribuan kemudian diserahkan kepada si miskin. Si miskin mencoba menolak, namun sang pengamen memaksa. Akhirnya uang itupun diterima si miskin dengan senang hati. Segera dengan uang itu si miskin bergegas ke warung untuk membeli beras.

Setelah memberi uang kepada si miskin, pengamenpun beralih ke rumahku. Belum sempat pengamen menyanyi, aku sudah melambaikan tangan seperti yang dilakukan tetanggaku si kaya. Pengamenpun tak jadi ke rumahku, dan langsung melanjutkan ke rumah yang lain. Akhirnya dengan uang dari pengamen, keluarga si miskin bisa mengisi perutnya dengan makanan. Dan akupun masih tetap dengan ketakberdayaanku.

Pesan dari cerita di atas :

“Janganlah menunggu punya harta melimpah untuk bisa berbagi dengan sesama, namun berbagilah dengan apa yang anda punyai sekarang.”

Kupang, 24 Mei 2011/21 Jumadil Akhir 1432H

Advertisements

12 Responses to Berbagilah dengan apa yang anda punya

  1. dmilano says:

    Saleum,
    Luar biasa sifat si pengamen itu, salut saya….
    saleum dmilano

    Semoga kita bisa selalu berbagi dalam setiap kesempatan, karena itu akan lebih baik daripada menunggu hingga kita berada yang tak jelas kepastiannya.
    Salam kembali

  2. yang dibagi kan ga cuma materi.. 🙂 setuju!

    Sip, setuju…

  3. wahyu asyari m says:

    pengamen yang berbudi 🙂

    Semoga kita juga bisa berbudi seperti pengamen tersebut.
    Salam kenal 🙂

  4. Setuju Sobat,…..

    Makasih Pak. 🙂

  5. mungkin lain kali bapak bisa menyisihkan barang selembar seribuan aja kasi ke tetangga itu. pengamen aja bisa. atau kalo bapak punya kerjaan lebih. mungkin ini jalan tuhan bagi bapak untuk berbagi.. 🙂

    Sip, makasih sudah diingatkan. 🙂

  6. chocoVanilla says:

    Stuju, Kang. Kalo nunggu kaya dulu baru berbagi, ya ndak beramal-amal nanti. Apalagi kaya itu relatif. Lebih baik kaya amal daripada sekedar kaya materi 🙂

    Setuju. Apalagi berbagi kan tak harus berupa materi. 🙂

  7. ImamS says:

    Tak tak berarti harus jadi pengamen dulu baru bisa berbagi, benar begitu kang.?

    Hehehehe…

    Jadi apapun kita, semoga bisa berbagi dengan apa yang kita punya. 🙂

  8. mudah2an masyarakat kita mulai sadar akan pentingnya berbagi, berbagi di sini bukan hanya sekedar materi, tpi semuanya bisa kita bagi bersama untuk menciptakan suasana yang lebih baik,,,

    Mulia banget pengamennya kang…

    salaam

    Setuju. Berbagi bisa apapun, tak harus materi tapi juga bisa tenanga. 🙂
    Salam kembali

  9. ysalma says:

    setuju sekali dengan pesannya itu,
    kalau menunggu harta berlebih menurut kita baru berbagi?, harta itu takkan pernah terasa cukup

    Benar sekali bunda. 🙂

  10. ais ariani says:

    ujian sesungguhnya bukan kah di saat kita sedang lapang, apakah kita mampu berbagi dan tetap mengingat Nya…
    eh begitu bukan sih?
    dan sungguh mulia pengamen itu yah Kang.
    salam kenal Kang
    🙂

    Kita sering berhasil jika diuji dengan kesusahan, tapi seringkali gagal jika diuji dengan kebahagiaannya.
    Salam kenal kembali 🙂

  11. Mhd Wahyu NZ says:

    waduh, tidak ada yg bisa dikatakan selain dari pada bahwa itu pengamen sungguhlah luar biasa, sungguh…
    semoga lapang hidupnya, berkah rejekinya…

    Amiin, Semoga hidup kita juga berkah. 🙂

  12. berbagi dengan orang lain adalah sesuatu yang mendamaikan hati. apalgi melihat kebagiaan orang lain.

    salam kenal dari djogja

    Setuju Bu.
    Salam kenal kembali 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: