Mahalnya sebuah kepedulian

Seperti biasa, hari ini suasana kantor riuh dengan para satker yang sedang mengantri untuk memasukkan SPM dan Rekonsiliasi. Terlihat kursi yang tersedia hampir penuh dengan para satker. Ada yang sedang mengecek kelengkapan berkas SPM. Ada pula yang sedang mengutak-atik laptop, mengecek data untuk rekon. Namun ada satu kesamaan yang ada pada diri mereka. Yaitu sama-sama ada rasa khawatir yang tersirat pada raut muka mereka. Rasa khawatir jikalau SPM yang di ajukan dikembalikan karena ketidaklengkapan berkas, atau BAR rekonsiliasi belum bisa terbit karena adanya perbedaan data.

Jika suasana di ruang tunggu begitu riuh dengan antrian Satker. Suasana yang tak jauh berbeda, terjadi pula di ruangan para petugas Midle Office. Namun keriuhan yang terjadi bukan karena antrian satker, melainkan karena lengkingan suara printer Epson LQ-2180 yang dipaksa terus untuk mencetak konsep dan karwas kredit SP2D yang tak ada jedanya. Terlihat para petugas Midle Office sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing. Ada yang sedang merobek-robek konsep serta karwas kredit SP2D. Ada pula yang sedang sibuk mengerjakan SKPP anggota TNI/Polri. Ini terlihat dari katu gaji warna merah muda yang ada di atas mejanya.

Namun tak jarang, ada juga yang sudah tidak ada pekerjaan lagi. Ini karena SKPP sudah selesai serta pasokan SPM dari petugas Front Office belum kunjung datang. Keadaan inilah yang seringkali digunakan oleh para petugas Midle Office untuk istirahat sejenak. Ada yang menggunakannya untuk melihat tayangan televisi yang memang disediakan untuk para satker yang sedang menunggu. Namun ada pula yang mencoba untuk istirahat dengan menyandarkan tubuhnya di kursi, yang sejatinya bukan kursi untuk istirahat. Walau demikian, rasanya sudah cukup untuk mengusir penat dan kantuk yang melanda ketika seharian dipaksa untuk duduk terpaku di kursi kerja.Apa yang dirasakan oleh petugas Midle Office ternyata tak dirasakan pula oleh Lius. Lius adalah tenaga honor yang ditugaskan membantu seksi Pencairan Dana untuk menyelesaiakan tugas menyeplit SP2D beserta kelengkapannya. Tampak tumpukan SP2D menutupi hampir seluruh meja kerjanya. Sedari tadi dia masih berkutat dengan SP2D yang setiap waktu semakin bertambah. Mulai dari menyeplit lebih dahulu SP2D lembar 1 untuk diberikan ke seksi Giro/Bank. Sampai menyeplit SP2D secara keseluruhan. Dilihat dari pekerjaannya memang terlihat mudah. Namun ternyata membutuhkan lebih banyak waktu. Karena sebagian dari SP2D yang displit adalah SP2D LS, dimana salah satu lampirannya adalah SSP yang memerlukan pengesahan dari KPPN.  Sehingga selain menyeplit SP2D, dia juga harus menstempel SSP tersebut.

Dengan pekerjaan sederhana namun ribet tersebut, tak jarang dia kewalahan. Aku yang tempat duduknya dekat dengannya, merasa tak tega melihat dia kewalahan. Bisa dibayangkan, bahwa dengan gaji yang tak sebarapa jika dibandingkan dengan pegawai yang sesungguhnya, dia harus kerja ekstra agar SP2D lembar 2 bisa sampai ke tangan satker tepat waktu. Sehingga dengan sedikit kepedulian yang masih ada dalam diriku, kucoba membantu menyeplit SP2D. Tak pelak dia pun merasa senang. Melihat senyum darinya, aku semakin bersemangat untuk membantunya.

Namun apa yang aku lakukan tak dilakukan oleh sebagian besar teman-teman Midle Office yang lain. Melihat Lius yang kewalahan dalam menyeplit SP2D, mereka menganggap hal itu adalah wajar. Karena mereka beranggapan bahwa Lius memang digaji unttuk menyeplit SP2D. Padahal sejatinya tugas menyeplit SP2D adalah tugas seorang Midle Office. Sedang Lius berada disini hanya bertugas membantu saja, bukan mengambil alih tugas kita.

Kadang sambil bercanda aku coba mengingatkan teman yang lain untuk membantu lius yang sedang kepayahan. Namun beragam jawaban aku dapatkan. Ada yang beralasan sedang banyak kerjaanlah. Ada juga bilang nanti aja. Tak sedikit juga yang hanya diam tanpa jawaban. Hati kecilku pun semakin bertanya-tanya. Sudah hilangkah kepedulian yang ada dalam diri mereka. Atau aku saja yang bodoh, tak bisa membedakan tugasku dan tugas orang lain.

Apapun itu, aku punya alasan sendiri atas apa yang aku lakukan. Setidaknya aku masih bisa merasakan sedikit kepedulian dalam diriku. Karena sesungguhnya kepedulian itulah yang menjadikan kita untuk bisa lebih mengerti keadaan orang lain. Kalau kita saja tidak mau peduli dengan orang lain, bagaimana orang lain akan peduli kepada kita. So, mari kita tumbuhkan kepedulian dalam diri kita, agar terjalin hubungan yang lebih harmonis sehingga menjadikan suasana kerja yang dinamis dan kehidupan yang lebih bahagia dan berharga.

Kupang, 09 Mei 2011 / 06 Jumadil Akhir 1432H

Advertisements

4 Responses to Mahalnya sebuah kepedulian

  1. Eko Dwiyanto says:

    dedikasi atas tugas sekaligus upaya Lius dalam menjaga amanat sang ayah (om Tinus) yang mungkin tidak dimiliki pegawai lain, baik pns ataupun honor
    di sisi lain dibalik sikap cuek kang To, ternyata rasa kepedulian masih cukup kuat, pertahankan kang…

    kangto
    Makasih om atas komennya. Mari kita tumbuhkan kepedulian mulai dari hal-hal kecil.

  2. marsudiyanto says:

    “peduli”
    Sebuah kata yang mudah diucapkan tapi nggak gampang cari orang yang suka melakukan.
    Kalau ada alat ukurnya, mungkin saya inipun masuk kategori orang dengan kepedulian rendah.

    kangto
    Iya pak. Mungkin mindset kita, peduli itu harus pada hal-hal yang besar. Padahal kepedulian itu bisa diawali dengan hal-hal yang kecil dan ada di sekitar kita.

  3. unbraw says:

    hahahhahaha….iku lak mbiyen kerjoanku nyepliti SP2D hampir 1 semester…lanjutkan prap…

    kangto
    kan emang kerjoanmu Bon, ngopo kon rung balik rene maneh?

    • unbraw says:

      mumpung dadi pengangguran nang kantor pusat dadi dienak2no sek prap…ra oleh meri yo…

      kangto
      asem ik, nang Jkt tho kon? ojobmu tok gowo rak? aku rak meri bon,sedelok maneh aku entuk sik luwih penak, hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: