Mimpiku untuk PLN

October 7, 2012

PLN sebagai Perusahaan BUMN yang bergerak dibidang  penyediaan jasa kelistrikan sudah selayaknya jika mengedepankan  service excellent dalam tugasnya demi kepuasan konsumen. Namun tidak bisa dipungkiri juga bahwa dalam mewujudkan service excellent tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan yang harus selalu berjalan dan dilakukan secara bertahap. Salah satu penyebab utamanya karena susahnya merubah pola pikir (mindset) dari yang dulunya acuh tak acuh menjadi ikhlas tanpa batas.

Jikalau pondasi utamanya perubahan mindset (pola pikir) sudah berjalan, InsyaAllah perubahan yang lain untuk mewujudkan service excellent akan lebih mudah. Karena kunci utama dalam pelayanan itu bukanlah sarana dan prasarana namun lebih kepada pelaku pelayanan tersebut yaitu orang (pegawai-red). Kalau  sang pelaku pelayanan sudah berubah mindsetnya maka yang namanya KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) dengan sendirinya akan menjauh dari tubuh PLN. Baca Selengkapnya….


Awards Batavusqu

July 6, 2011
Awar Batavusqu Juni 2011

Terimakasih saya ucapkan pada Pak Isro Machfudin pemilik blog Batavusqu yang pada edisi Penghargaan Untuk Sahabat1 dengan murah hati telah memberikan Award ini.  Semoga dengan Award ini saya pribadi lebih giat lagi dalam berbagi. Begitupula dengan Blog Batavusqu semakin berjaya lagi. Dan teman-teman yang belum dapat, semoga di lain kesempatan akan mendapatkannya. Amiin🙂


Sapi aja tahu

June 16, 2011

Pagi ini aku berniat pergi ke sawah untuk melihat suasana pagi di persawahan sekaligus melihat tananam padi ayahku yang mulai berbuah. Sebenarnya tidak terlalu pagi juga, soalnya matahari sudah bersinar terang di ufuk timur sana. Dengan pakaian santai dan bermodal sepeda butut kesayangan, akupun meluncur ke sawah yang tidak jauh dari rumahku. Kukayuh perlahan sepeda bututku diikuti dengan adik-adikku yang juga ikutan ke sawah. Kebetulan hari ini adalah hari minggu, jadi mereka tidak pergi ke sekolah.

Kurang lebih sepuluh menitan kukayuh sepedaku, dan akhirnya akupun sampai di persawahan desaku. Setelah kuparkirkan sepeda bututku, aku dan juga keempat adikku yang masih duduk di bangku SD dan SMP berjalan menuju gubuk yang berada di pinggir sawah ayahku. Terlihat ayahku sedang memasang beberapa bendera plastik, dan kaleng yang berisi kerikil yang bisa menimbulkan suara di tiang-tiang bambu di titik tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mengusir burung ataupun ayam yang biasa mencari makan di sawah. Aku yang belum begitu mengerti apa yang harus aku lakukan, maka aku hanya bisa membantunya mengulur tali rafia dari tiang-tiang tersebut ke gubuk tempat kami berteduh. Baca selengkapnya…