<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>gubuke kangto</title>
	<atom:link href="http://gubukekangto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gubukekangto.wordpress.com</link>
	<description>...curahan inspirasiku...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 10:11:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gubukekangto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/965a0c448bc9ec51004366999cd8583b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>gubuke kangto</title>
		<link>http://gubukekangto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gubukekangto.wordpress.com/osd.xml" title="gubuke kangto" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gubukekangto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Awards Batavusqu</title>
		<link>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/07/06/awards-batavusqu/</link>
		<comments>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/07/06/awards-batavusqu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2011 05:38:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gubukekangto</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gubukekangto.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Terimakasih saya ucapkan pada Pak Isro Machfudin pemilik blog Batavusqu yang pada edisi Penghargaan Untuk Sahabat1 dengan murah hati telah memberikan Award ini.  Semoga dengan Award ini saya pribadi lebih giat lagi dalam berbagi. Begitupula dengan Blog Batavusqu semakin berjaya lagi. Dan teman-teman yang belum dapat, semoga di lain kesempatan akan mendapatkannya. Amiin Filed under: celoteh<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gubukekangto.wordpress.com&amp;blog=13362138&amp;post=271&amp;subd=gubukekangto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp mceIEcenter">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><img title="award-batavusqu" src="http://zipoer7.files.wordpress.com/2011/06/award-batavusqu.png?w=315&#038;h=456&#038;h=456" alt="Awar Batavusqu Juni 2011" width="315" height="456" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd"></dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Terimakasih saya ucapkan pada Pak <a href="http://www.facebook.com/Batavusqu">Isro Machfudin</a> pemilik blog <a href="http://zipoer7.wordpress.com">Batavusqu</a> yang pada edisi <a href="http://zipoer7.wordpress.com/2011/06/30/penghargaan-untuk-sahabat1/#comment-17457">Penghargaan Untuk Sahabat1</a> dengan murah hati telah memberikan Award ini.  Semoga dengan Award ini saya pribadi lebih giat lagi dalam berbagi. Begitupula dengan Blog <a href="http://zipoer7.wordpress.com">Batavusqu</a> semakin berjaya lagi. Dan teman-teman yang belum dapat, semoga di lain kesempatan akan mendapatkannya. Amiin <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://gubukekangto.wordpress.com/category/celoteh/'>celoteh</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gubukekangto.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gubukekangto.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gubukekangto.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gubukekangto.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gubukekangto.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gubukekangto.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gubukekangto.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gubukekangto.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gubukekangto.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gubukekangto.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gubukekangto.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gubukekangto.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gubukekangto.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gubukekangto.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gubukekangto.wordpress.com&amp;blog=13362138&amp;post=271&amp;subd=gubukekangto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/07/06/awards-batavusqu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/201a41d488e76d1efbef1cfcdef5b83b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gubukekangto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zipoer7.files.wordpress.com/2011/06/award-batavusqu.png?w=315&#38;h=456" medium="image">
			<media:title type="html">award-batavusqu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sapi aja tahu</title>
		<link>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/16/sapi-aja-tahu/</link>
		<comments>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/16/sapi-aja-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 06:25:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gubukekangto</dc:creator>
				<category><![CDATA[ceramah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gubukekangto.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini aku berniat pergi ke sawah untuk melihat suasana pagi di persawahan sekaligus melihat tananam padi ayahku yang mulai berbuah. Sebenarnya tidak terlalu pagi juga, soalnya matahari sudah bersinar terang di ufuk timur sana. Dengan pakaian santai dan bermodal sepeda butut kesayangan, akupun meluncur ke sawah yang tidak jauh dari rumahku. Kukayuh perlahan sepeda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gubukekangto.wordpress.com&amp;blog=13362138&amp;post=264&amp;subd=gubukekangto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pagi ini aku berniat pergi ke sawah untuk melihat suasana pagi di persawahan sekaligus melihat tananam padi ayahku yang mulai berbuah. Sebenarnya tidak terlalu pagi juga, soalnya matahari sudah bersinar terang di ufuk timur sana. Dengan pakaian santai dan bermodal sepeda butut kesayangan, akupun meluncur ke sawah yang tidak jauh dari rumahku. Kukayuh perlahan sepeda bututku diikuti dengan adik-adikku yang juga ikutan ke sawah. Kebetulan hari ini adalah hari minggu, jadi mereka tidak pergi ke sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kurang lebih sepuluh menitan kukayuh sepedaku, dan akhirnya akupun sampai di persawahan desaku. Setelah kuparkirkan sepeda bututku, aku dan juga keempat adikku yang masih duduk di bangku SD dan SMP berjalan menuju gubuk yang berada di pinggir sawah ayahku. Terlihat ayahku sedang memasang beberapa bendera plastik, dan kaleng yang berisi kerikil yang bisa menimbulkan suara di tiang-tiang bambu di titik tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mengusir burung ataupun ayam yang biasa mencari makan di sawah. Aku yang belum begitu mengerti apa yang harus aku lakukan, maka aku hanya bisa membantunya mengulur tali rafia dari tiang-tiang tersebut ke gubuk tempat kami berteduh.<span id="more-264"></span>Kucoba berjalan menyusuri pematang yang ada di tepian sawah untuk melihat pemandangan yang ada. Tampak tanaman tebu yang belum tinggi, mendominasi sawah-sawah di sini. Sedang beberapa petak sawah terlihat ditanami padi yang sudah mulai berbuah, termasuk sawah milik ayahku. Namun ada juga sawah yang masih terlihat kosong belum ada tanaman yang tumbuh di sana. Hanya gundukan tanah yang masih terlihat berantakan, sisa habis panen. Melihat sisa yang tertinggal, bisa dipastikan bahwa sawah itu habis ditanami kacang tanah.</p>
<p style="text-align:justify;">Matahari belum beranjak jauh dari ufuk timur, Lik Wardi (paman Wardi-red) terlihat sedang menuju sawah dengan sapi di sebelahnya. Sapi itu terlihat kekar dan kuat. Semakin lama, Lik Wardi pun semakin dekat denganku. Segera aku menyapanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ajeng ngluku sabine sinten Lik?”<sup>1</sup> tanyaku dengan bahasa jawa krama halus, sebagai penghormatan kepada orang yang lebih tua.</p>
<p style="text-align:justify;">“Iki, sawahe Lik Warto!”<sup>2</sup> jawabnya dengan bahasa jawa ngoko begitu sampai di sawah yang di tuju.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ingkang nembe rampung panen kacang niku?”<sup>3</sup> tanyaku kembali dengan bahasa yang sama</p>
<p style="text-align:justify;">“Iyo, kemis wingi sing panen!”<sup>4</sup> jawabnya kembali sembari memasangkan alat bajak ke punggung sapi. Setelah selesai, segera dia menaiki bajak dan mencambukkan cambuk yagn dipegangnya denga tangan kanannya kepantat sapi agar segera bejalan. Sedang tangan kirinya memegang tali untuk mengendalikan sang sapi. Ajaib memang, begitu terkan cambukan, sapi itupun bergegas jalan dan menarik bajak yang sudah melekat dipunggungnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Baru beberapa langkah sapi itu jalan, terdengar terikan khasnya saat mengendalikan sapi. “Heerrrr…heeerrrr&#8230;husssah” sembari menarik tali ke arah kanan dan lagi-lagi cambuknya mendarat dua kali ke pantat sapi bagian kiri “cetarr…cetarr”. Si sapipun berbelok arah ke kanan mengikuti kemaun Lik Wardi. Mendengar terikan serta suara cambukannya, membuatku teringat kembali akan masa kecilku dulu. Dimana kalau ada orang yang sedang membajak sawah yang baru selesai panen kacang, aku seringkali mengikutinya dari belakang, sembari mengambil sisa-sisa kacang yang keluar dari tanah yang sedang di bajak. Rasa kacang ini lebih enak daripada kacang yang baru saja di panen. Mungkin karena kadar airnya sudah berkurang, akibat tidak ada lagi makanan yang bisa diserap setelah pohonnya dicabut, atau karena panasnya tanah yang terkena sengatan matahari, aku juga kurang tahu. Yang jelas memang kacangnya lebih kering dan rasanya lebih enak.</p>
<p style="text-align:justify;">“Mas…mas…ditimbali Bapak!”<sup>5</sup> terdengar suara adikku yang paling kecil sembari menarik-narik tangan kiriku yang membuatku sadar dari lamunan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Wonten nopo Pak!”<sup>6</sup> tanyaku kepada Bapak setengah berteriak</p>
<p style="text-align:justify;">“Tulung iku tariken nang gubuk taline!”<sup>7</sup> teriak Bapakku  meminta bantuanku</p>
<p style="text-align:justify;">“Nggih, sekedap!”<sup>8</sup> jawabku sembari bergegas menuju ke tempat Bapakku berdiri. Sementara adikku mengikuti dari belakang dan hanya berhenti sampai di gubuk saja. Tak begitu lama akupun sampai. Segera kuambil tali rafia dari tangan Bapakku dan kutarik hingga ke gubuk, dimana adik-adikku sedang duduk-duduk dan bernyanyi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Dik! Iki cekel! aku tak munggah sik!”<sup>9</sup> pintaku pada salah satu adikku sembari menyerahkan tali rafia yang aku pegang. Setelah sampai di atas dan aku ikat tali rafia di salah satu tiang, segera aku duduk manis sembari memperhatikan Lik Wardi yang masih sibuk dengan kegiatan membajaknya. Terlihat, hampir separuh petak sawah yang telah dia bajak. Terikan serta suara cambukan Lik Wardi untuk mengatur jalan si sapi, masih sering terdengar dari gubuk tempatku berteduh. Sebenarnya aku kasihan pada si sapi yang selalu mendapatkan cambukan setiap kali dia tidak mau mengikuti kemaun Lik Wardi. Namun apa daya, mungkin kalau cuma terikan saja sapi itu tidak akan mengerti apa yang diinginkan Lik Wardi.</p>
<p style="text-align:justify;">Matahari mulai beranjak naik, hampir tepat berada di atas kepala. Sinarnyapun mulai terasa panas menyayat kulit. Pertanda waktu istirahat telah tiba. Bapakku dan Lik Wardipun menghentikan kegiatannya. Bapakku bergegas menuju ke gubuk untuk istarahat dan memakan bekal yang sudah kami bawa dari rumah, sedang Lik Wardi terlihat duduk di bawah pohon rindang di tepi sawah yang berteduh sembari minum air putih dari kendi (teko dari tanah liat-red) yang dibawanya dari rumah. Melihat Lik Wardi yang tidak membawa bekal, Bapakkupun memanggilnya untuk bergabung dengan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kang, rene! mangan bareng-bareng!”<sup>10</sup> teriak Bapakku kepada Lik Wardi yang tak terlalu jauh dari gubuk kami</p>
<p style="text-align:justify;">“Iyo Kang! matur nuwun”<sup>11</sup> jawabnya berteriak juga</p>
<p style="text-align:justify;">“Ayo rene, isih akeh ini sego lan lawuhe!”<sup>12</sup> teriak Bapakku kembali. Tak ingin mengecewakan Bapakku akhirnya, Lik Wardi beranjak dari duduknya dan menuju gubuk tempat kami makan. Begitu sampai, Bapakku langsung memintanya untuk mengambil nasi dan juga lauknya. Karena gubuk yang tidak begitu luas, aku bersama dengan Bapak dan juga Lik Wardi harus makan sambil duduk di pematang sawah di depan gubuk yang tidak kena panas karena tertutup bayangan gubuk. Sementara keempat adikku berada di atas gubuk. Bukan bermaksud tidak menghormati orang yang lebih tua, namun karena kasihan melihat anak kecil harus makan di pematang sawah, maka kami yang lebih tua harus rela mengalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sembari menikmati makanan, Bapakku dan Lik Wardipun bercerita tentang banyak hal. Aku hanya bisa mendengarkan, dan terkadang menganggukkan kepala tanda mengerti apa yang mereka bicarakan. Dalam suatu kesempatan akupun bertanya pada Lik Wardi perihal cambukan kepada sang sapi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Lik! Mboten mesakke sapine dipun pecuti?”<sup>13</sup> tanyaku pada Lik Wardi</p>
<p style="text-align:justify;">“Sak benere yo sakake, tapi yen ora dipecut kadang ora gelem mlaku sapine”<sup>14</sup> jawab Lik Wardi menjelaskan.</p>
<p style="text-align:justify;">“O…. ngoten tho!”<sup>15</sup> jawabku mencoba mengerti alasan yang dikatakan Lik Wardi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku pikir-pikir memang ada benarnya juga apa yang dilakukan Lik Wardi tersebut. Kadang memang tak cukup dengan berbagai petuah saja, agar kita bisa menyelesaikan tujuan kita dengan baik. Cambukan kecil seperti kegagalan dan cobaan kadang diperlukan untuk meningkatkan semangat dalam meraih tujuan itu. Seperti halnya cambukan Lik Wardi kepada sapi yang membuat sapi itu mau berjalan lagi untuk menyelesaikan tugasnya membajak sawah.</p>
<p style="text-align:justify;">Matahari tepat berada di atas kepala. Suara adzan sholat dhuhurpun mulai terdengar menghiasi cakrawala siang. Kamipun bergegas membereskan sisa-sisa makan siang kami. Setelah semuanya beres, kamipun beranjak dari gubuk tempat kamu berteduh. Aku berserta bapak dan adik-adikku bergegas menuju rumah untuk mandi dan selanjutnya menunaikan sholat dhuhur. Adapun Lik Wardi terlihat menarik sapinya keluar dari sawah dan berjalan menuju rumahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata di sawahpun kita bisa mendapatkan pelajaran yang mungkin tidak kita dapatkan di bangku sekolah ataupun kuliah. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang mau mencari makna yang ada di sekitar kita.</p>
<p style="text-align:left;">Catatan :</p>
<p style="text-align:left;">1.    Mau bajak sawahnya siapa Paman?</p>
<p style="text-align:left;">2.    Ini, Sawahnya Paman Warto!</p>
<p style="text-align:left;">3.    Yang baru selesai panen kacang itu?</p>
<p style="text-align:left;">4.    Iya, kamis kemarin panennya!</p>
<p style="text-align:left;">5.    Mas..mas…dipanggil Bapak.</p>
<p style="text-align:left;">6.    Ada apa Pak!</p>
<p style="text-align:left;">7.    Tolong tarik tali ini ke gubuk.</p>
<p style="text-align:left;">8.    Iya, sebentar!</p>
<p style="text-align:left;">9.    Dik, ini pegang, aku mau naik dulu.</p>
<p style="text-align:left;">10.  Kang, sini! Makan sama-sama</p>
<p style="text-align:left;">11.  Iya Kang, terimakasih.</p>
<p style="text-align:left;">12.  Ayo sini, masih banyak ini, nasi dan lauknya!</p>
<p style="text-align:left;">13.  Paman, nggak kasihan sapinya dicambuki?</p>
<p style="text-align:left;">14.  Sebenarnya kasihan, tapi kalau tidak dicambuk, kadang ga mau jalan sapinya.</p>
<p style="text-align:left;">15.  O… gitu ya?</p>
<p style="text-align:left;">Kupang, 16 Juni 2011/15 Rajab 1432H</p>
<br />Filed under: <a href='http://gubukekangto.wordpress.com/category/ceramah/'>ceramah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gubukekangto.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gubukekangto.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gubukekangto.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gubukekangto.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gubukekangto.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gubukekangto.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gubukekangto.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gubukekangto.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gubukekangto.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gubukekangto.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gubukekangto.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gubukekangto.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gubukekangto.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gubukekangto.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gubukekangto.wordpress.com&amp;blog=13362138&amp;post=264&amp;subd=gubukekangto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/16/sapi-aja-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/201a41d488e76d1efbef1cfcdef5b83b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gubukekangto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diterima atau tidak</title>
		<link>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/08/diterima-atau-tidak/</link>
		<comments>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/08/diterima-atau-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 01:04:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gubukekangto</dc:creator>
				<category><![CDATA[ceramah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gubukekangto.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[“sepohon kayu daunnya rimbun Lebat bunganya serta buahnya Walaupun hidup seribu tahun Kalau tak sembahyang apa gunanya Walaupun hidup seribu tahun Kalau tak sembahyang apa gunanya Kami bekerja sehari-hari Untuk belanja rumah sendiri Walaupun hidup seribu tahun Kalau tak sembahyang apa gunanya Walaupun hidup seribu tahun Kalau tak sembahyang apa gunanya”Lagu sepotong kayu begitu mendayu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gubukekangto.wordpress.com&amp;blog=13362138&amp;post=256&amp;subd=gubukekangto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>“sepohon kayu daunnya rimbun</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Lebat bunganya serta buahnya</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Walaupun hidup seribu tahun </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kalau tak sembahyang apa gunanya</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Walaupun hidup seribu tahun</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kalau tak sembahyang apa gunanya</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kami bekerja sehari-hari</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Untuk belanja rumah sendiri</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Walaupun hidup seribu tahun</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kalau tak sembahyang apa gunanya</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Walaupun hidup seribu tahun</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kalau tak sembahyang apa gunanya”<span id="more-256"></span></em>Lagu sepotong kayu begitu mendayu dilantunkan oleh uje’ dari hpku. nama Mey2 menghias di layar hp. Ga mau dia menunggu lama, dengan cepat aku tekan tombol yes. Dari seberang terdengar suara salam “Assalamu’alaikum”.</p>
<p style="text-align:justify;">“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh”, jawabku agak berat, dengan tetap setia bersandar pada bantal dan guling yang menemaniku sedari tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Yah…lagi tidur dia”, suara dari seberang menebak karena mendengar suaraku yang agak berat</p>
<p style="text-align:justify;">“Siapa yang tidur! aku cuma tiduran doank” jawabku membela diri</p>
<p style="text-align:justify;">“Halah…sama aja”</p>
<p style="text-align:justify;">“Beda kali, kalau tidur mah kagak bisa terima telepon”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ah..pokoknya sama. Sama-sama di tempat tidur titik” jawabnya ga mau kalah</p>
<p style="text-align:justify;">“Tumben pagi-pagi sudah bangun?” tanyaku sembari melihat jam di hpku yang menunjukkan pukul setengah tujuh pagi waktu Indonesia tengah, yang berarti pukul setengah enam waktu Indonesia bagian barat, dimana Mey2 berada.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sembarangan, sudahlah&#8230;wong tiap hari aku juga bangun pagi” jawabnya membela</p>
<p style="text-align:justify;">“Gak olahraga lu?” tanyaku sembari mengingatkan kegiatan yang biasa dia lakukan di hari sabtu pagi seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;">“Nggak, lagi males. Lagian juga mau ada yang aku tanyakan sama mas” jawabnya beralasan</p>
<p style="text-align:justify;">“Tanya apa?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Gini, kemarin aku pas selesai sholat dhuhur di mushola tempatku kerja, aku melihat bapak-bapak yang sholatnya tenang banget, seperti menikmati setiap gerakan. Begitu selesai juga dia berdzikir lumayana juga”</p>
<p style="text-align:justify;">“Terus masalahnya dimana?” potongku ga sabar</p>
<p style="text-align:justify;">“Ihh…sabar lah. Belum juga selesai ceritanya, udah di potong aja. Makanya dengerin dulu ceritanya sampai selesai” jawabnya ketus</p>
<p style="text-align:justify;">“Iya..iya…, lanjutin lagi ceritanya”</p>
<p style="text-align:justify;">“Nah gitu donk, hargai dikit kek orang yang mau cerita”</p>
<p style="text-align:justify;">“Iya udah lanjutin ceritanya. Kelamaan”</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku lanjutin nih ceritanya”</p>
<p style="text-align:justify;">“Iya udah cepetan” jawabku tak sabar dia melanjutkan ceritanya</p>
<p style="text-align:justify;">“Tadi kan aku bilang ada bapak-bapak yang sholatnya tertib dan rapi. Nah, di sebelahnya juga ada anak muda yang sedang sholat. Tapi sholatnya buru-buru seperti lagi di kejar hansip. Habis itu, selesai sholat langsung cabut, ga pakai acara dzikir segala. Nah gimana tuh mas?” tanyanya padaku</p>
<p style="text-align:justify;">“Apanya?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Sholatnya lah, sah apa tidak?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Sepanjang syarat dan rukunnya terpenuhi, ya tetep sah”</p>
<p style="text-align:justify;">“Kok gitu?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Lah emang gitu. Coba ane tanya, bagaimana sholat itu dinyatakan sah?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya kalau syarat dan rukun sahnya sholat terpenuhi.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya sudah”</p>
<p style="text-align:justify;">“Diterima ga sholatnya anak muda itu?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Wallahua’alam. Itu urusan Allah. Aku ga tau”</p>
<p style="text-align:justify;">“Kok gitu?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya memang begitu. Gini, aku punya cerita yang mungkin bisa menginspirasimu. Mau dengerin ceritanya ga?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Mau”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ada orang yang mengendari motor dengan kelengkapan seperti yang telah ditetapkan melaju sesuai dengan petunjuk lalulintas yang ada. Di lain pihak, ada anak muda mengendari motor dengan kelengkapan yang, namun sering kali tidak menghiraukan petunjuk berlalulintas yang ada. Kedua motor berada di jalan yang sama dengan tujuan yang sama pula. Kira-kira menurut kamu siapa yang resiko kecelakaannya lebih besar dan tidak sampai tujuan?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya… anak muda”</p>
<p style="text-align:justify;">“Kok bisa?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Kalau dia seringkali tidak menghiraukan pertunjuk berlalulintas, berarti ada kemungkin juga dia ga mentaati traffic light kan?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Mungkin, emangnya kenapa?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Kalau dia tidak mentaati traffic light maka ada kemungkin di saat lampu merah dia masih tetap jalan terus tidak berhenti sejenak menunggu sampai lampunya menjadi hijau”</p>
<p style="text-align:justify;">“Mungkin juga, terus hubungannya?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Kalau dia menerabas lampu merah, ada kemungkinan dia akan kecelakan dan membuatnya tidak sampai di tujuan, malah nyasar ke rumah sakit, atau bahkan ke kuburan”</p>
<p style="text-align:justify;"> “Begitu juga dengan apa yang kamu tanyakan tadi. Kemungkinan besar yang di terima sholatnya ya sholatnya bapak-bapak yang tertib dan juga tumakninah tadi. Bukan anak muda yang sholatnya seperti di kejar hansip.”</p>
<p style="text-align:justify;">“o… gitu ya Mas!”</p>
<p style="text-align:justify;">“Kurang lebihnya seperti itu, tapi ane juga minta maap kalau perumpamaannya ga tepat. Namanya juga manusia” hehehehe</p>
<p style="text-align:justify;">“Tapi masuk akal juga sih mas!”</p>
<p style="text-align:justify;">“Kalau menurut kamu begitu ya silahkan, aku kan hanya memberi gambaran sebisaku saja. Btw ada yang mau ditanyakan lagi ga? Kalau ga aku mau maen tenes dulu.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Nggak kayaknya mas, ya udah maen sana. Assalamu’alaikum.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Wa’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh.” jawabku menutup percakapan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kupang 7 Juni 2011/6 Rajab 1432H</p>
<br />Filed under: <a href='http://gubukekangto.wordpress.com/category/ceramah/'>ceramah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gubukekangto.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gubukekangto.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gubukekangto.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gubukekangto.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gubukekangto.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gubukekangto.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gubukekangto.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gubukekangto.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gubukekangto.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gubukekangto.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gubukekangto.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gubukekangto.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gubukekangto.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gubukekangto.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gubukekangto.wordpress.com&amp;blog=13362138&amp;post=256&amp;subd=gubukekangto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/08/diterima-atau-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/201a41d488e76d1efbef1cfcdef5b83b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gubukekangto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Segenggam amanah</title>
		<link>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/07/segenggam-amanah/</link>
		<comments>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/07/segenggam-amanah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 06:23:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gubukekangto</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gubukekangto.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Dari tempatku berdiri terdengar suara nasyid mengalun merdu dari pengeras suara yang tersambung dengan sebuah tape recorder. Tamu-tamu mulai berdatangan dengan wajah-wajah muda fresh graduate yang sangat mendominasi. Kursi-kursi berjajar rapi dengan sebagian sudah penuh terisi. Di depan tampak hidangan yang sudah tertata rapi dan siap untuk disantap. Sungguh sebuah perhelatan yang lumayan buat orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gubukekangto.wordpress.com&amp;blog=13362138&amp;post=249&amp;subd=gubukekangto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dari tempatku berdiri terdengar suara nasyid mengalun merdu dari pengeras suara yang tersambung dengan sebuah tape recorder. Tamu-tamu mulai berdatangan dengan wajah-wajah muda fresh graduate yang sangat mendominasi. Kursi-kursi berjajar rapi dengan sebagian sudah penuh terisi. Di depan tampak hidangan yang sudah tertata rapi dan siap untuk disantap. Sungguh sebuah perhelatan yang lumayan buat orang seukuran diriku.</p>
<p style="text-align:justify;">Kulangkahkan kakiku menuju ke tempat acara. Terdengar canda tawa bahagia dari tamu lain mengiringi setiap langkahku. Akupun terus berjalan sendiri menyusuri ruang kosong yang tercipta di antara himpitan kursi yang sudah tertata rapi. Kurasakan seolah semua mata menatap tajam padaku. Melihatku berjalan sendiri tanpa ada kawan yang menami karena mereka sedang sibuk dengan urusan pribadi masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuluruskan pandanganku ke depan sambil terus berjalan menuju rumah yang punya hajat. Sembari jalan akupun mencari sosok yang mengundangku untuk datang ke acara ini. Acara syukuran karena kelulusannya. Semakin dekat dengan rumah yang punya hajat, semakin jelas pula pandanganku pada sesosok gadis yang begitu anggun dengan jilbab biru menghias di kepalanya. Kucoba memperhatikannya untuk memastikan bahwa benar kalau itu memang dia. Ternyata dugaankupun tidak meleset, dialah gadis yang mengundangku ke sini, sekaligus gadis yang bisa menggetarkan hatiku yang sudah lama mati.<span id="more-249"></span>Kuberanikan diri untuk lebih dekat lagi, mencoba mencari sedikit perhatian agar dia sadar akan kedatanganku. Usahaku tak sia-sia, diapun menyadari akan kedatanganku. Dengan seutas senyum dia coba menyambutku. Mendapat senyuman itu, hatikupun bergetar hebat, hingga aku kewalahan dibuatnya. Kucoba meredam rasa ini dengan memalingkan pandanganku sejenak. Merasa sudah sedikit nyaman, aku kembalikan pandanganku, namun getaran itu kembali datang lebih hebat karena dia ternyata sudah ada di hadapanku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Assalamu’alaikum” sapanya ramah</p>
<p style="text-align:justify;">“Wa…wa..wa’alaikumsalam” jawabku tergagap</p>
<p style="text-align:justify;">“Kenapa kak! kok sepertinya kaget lihat aku?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Nggak apa-apa, cuma sedikit kaget aja, melihat kamu tiba-tiba ada di depanku”</p>
<p style="text-align:justify;">“Loh kok sendirian? katanya mau bawa pasukan?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Rencananya sih begitu, tapi mereka ternyata ada acara sendiri, jadi ya kakak datang sendirian”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya udah kalau gitu, kakak duduk di kursi depan aja ya!” pintanya sambil menemaniku menuju kursi paling depan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kak! aku mau menyapa teman-teman yang lain dulu ya?” pamitnya padaku sembari mulai berjalan  meninggalkanku.</p>
<p style="text-align:justify;">“Tunggu bentar! ini ada sedikit hadiah dari kakak atas kelulusanmu” dengan sebuah senyum aku ulurkan tanganku untuk menyerahkan kado kecil itu padanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Diapun berhenti sejenak, dan mengambil kado itu. “Terimakasih ya Kak” jawabnya sembari melempar senyum padaku. Begitu kado sudah di tangan, Diapun melanjutkan langkahnya untuk menyapa teman-temannya yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Serangkaian acara, secara bergantain telah terlaksana. Kini tiba waktunya sang punya hajat Dian Fitri Nur’aini memberikan sambutannya dengan berbagi sedikit kisah suksesnya menyelesaikan kuliah. Dengan anggun dia berjalan mendekati tempat yang telah disediakan. Seperti biasa, sebuah senyum terukir manis di bibirnya yang tipis. Dibalut dengan gamis berwarna cerah dan jilbab biru, menambah keanggunan yang memang sudah melekat pada dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang diisi dengan makan siang bersama. Dianpun mempersilahkan para tamu untuk segera menyantap hidangan yang sudah tersedia. Dengan senyuman yang khas, tak henti-hentinya dia mempersilahkan tamu yang belum beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil hidangan yang ada, sepeti halnya diriku. Diriku yang masih asyik di tempat duduk sambil melihat keriuhan orang-orang yang sedang antri mengambil makanan. Bukan karena apa, namun karena malas ngantri yang lumayan panjang dan sambil berdiri. Jadi lebih baik aku ngantri di tempat duduk aja, hingga antrian sudah berangsur sepi, baru aku ikut ambil bagian.</p>
<p style="text-align:justify;">Selang beberapa lama, antrianpun mulai sepi. Aku beranjak dari tempat dudukku menuju tempat makanan disajikan. Kuambil nasi secukupnya dan beberapa lauk yang tersedia. Begitu selesai, akupun berbalik arah untuk kembali ke tempat duduk semula. Belum sempat aku melangkahkan kaki ke tempat semula, tiba-tiba Dian menghentikan langkahku. Dia menarik lengan bajuku sembari berkata pelan “Ka’! makannya di dalam aja ya?” Dengan agak berat akupun melangkahkan kaki mengikuti langkahnya sembari membawa makanan yang tadi aku ambil.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di dalam, ternyata sudah ramai dengan kedua orang tua serta kerabatnya yang  juga sedang menikmati makanan dengan cara lesehan (duduk di atas tikar-red). Akupun diajak untuk begabung dengan mereka. Aku duduk bersama dengan kedua orang tuanya, kakak perempuannya serta adik laki-lakinya yang masih SMA. Kami berenam duduk melingkar membentuk sebuah lingkaran kecil. Tepat di sebelah kiri adalah ayahnya, serta Dian menamaniku tepat di samping kananku.</p>
<p style="text-align:justify;">Makan bersamapun selesai, kini saatnya menikmati hidangan penutup. Di sela-sela menikmati hidangan penutup, Dian mengenalkanku kepada keluarganya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Pak! Ini Ka’ Anto, temanku dalam kegiatan di panti At-Tin.” kata Dian kepada Ayahnya. Akupun mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sudah lama kenal Dian?” tanya Ayahnya yang bernama Pak Ali itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“Lumayan Pak!” jawabku sambil menunduk</p>
<p style="text-align:justify;">“Hmm. Kuliah atau kerja?” tanya pak Ali kembali</p>
<p style="text-align:justify;">“Alhamdulillah sudah bisa mencari rejeki sendiri Pak!” jawabku masih dengan menundukkan kepala</p>
<p style="text-align:justify;">“Kerja di mana?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Di KPPN Pak!”</p>
<p style="text-align:justify;">“Sudah menikah?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Belum Pak! Belum dipercaya sama Allah”</p>
<p style="text-align:justify;">“Semoga Allah mendekatkan jodohmu”</p>
<p style="text-align:justify;">“Amiin”</p>
<p style="text-align:justify;">“Orang tua tinggal di mana?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ada di Jawa Pak”</p>
<p style="text-align:justify;">“Oo… orang jawa tho?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Iya Pak! Kebetulan dapat tugas di sini”</p>
<p style="text-align:justify;">“Jawanya mana?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Jawa Tengah Pak”</p>
<p style="text-align:justify;">“Wah! tetanggaan sama Bapak. Bapak Jawa Timur”</p>
<p style="text-align:justify;">“Jawa Timurnya mana Pak”</p>
<p style="text-align:justify;">“Malang”</p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah keasyikan kami berbincang datang beberapa tamu yang mau pamit pulang. Mereka sekeluargapun segera berdiri untuk menyalami para tamu yang pamit pulang. Akupun turut berdiri dan berada diantara mereka untuk menyalami para tamu. Satu persatu tamu undangan mulai pamit pulang, tak terasa di luar sudah agak sepi. Aku yang masih punya tanggungan lembur di kantorpun meminta ijin untuk pulang. Kusalami dulu ayahnya, dengan penuh wibawa Pak Alipun merangkul pundakku dan berkata:</p>
<p style="text-align:justify;"> <strong><em>“Jagalah orang yang kamu sayangi, seperti kamu bermain layang-layang. Jika kamu jaga dengan baik, maka ia akan terbang dengan indahnya. Tapi jika ia terlepas maka akan banyak yang mengejarnya dan kamu akan sulit untuk mendapatkannya kembali.”</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar kata-kata itu akupun kaget, kucoba mengambil makna  dari perkataanya itu. Jelas secara tersirat beliau menyetujui kalau aku dekat dengan Dian, namun secara implisit, Pak Ali juga menaruh amanah di pundakku. Kini perasaanku bercampur antara sedang dan juga was-was. Senang karena aku mendapat ridho dari ayahnya, was-was karena takut aku tak bisa menjaga amanah yang telah diberikan kepadaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Matahari siang mulai condong ke barat. Suara nasyid masih merdu terdengar. Angin siang berhembus menghantarkan sedikit kesejukan. Dengan langkah yang agak berat karena amanah yang kuterima, akupun beranjak pergi. Dengan senyum penuh wibawa Pak Ali melihatku keluar bersama Dian menuju tempatku memarkir motor. Begitu sampai, segera aku nyalakan motorku. Di atas jok motor aku mengucapkan salam kepada Dian untuk pamit pulang.</p>
<p style="text-align:justify;">“Assalamu’alaikum” salamku pada Dian</p>
<p style="text-align:justify;">“Wa’alaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh” jawabnya pelan</p>
<p style="text-align:justify;">Kujalankan motorku, namun belum sampai dua meter, tiba-tiba Dian memanggilku dan berkata “Ka! Kaka’ pasti bisa menjaganya”, akupun tersenyum dan kembali memacu motorku meninggalkan rumahnya dengan membawa amanah dari bapaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kupang 7 Juni 2011/6 Rajab 1432H</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Baca cerita sebelumnya <strong><em><a href="http://gubukekangto.wordpress.com/2011/05/22/setetes-embun-diteriknya-mentari/">Setetes embun diteriknya mentari</a></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://gubukekangto.wordpress.com/category/cerpen/'>cerpen</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gubukekangto.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gubukekangto.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gubukekangto.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gubukekangto.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gubukekangto.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gubukekangto.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gubukekangto.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gubukekangto.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gubukekangto.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gubukekangto.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gubukekangto.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gubukekangto.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gubukekangto.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gubukekangto.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gubukekangto.wordpress.com&amp;blog=13362138&amp;post=249&amp;subd=gubukekangto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/07/segenggam-amanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/201a41d488e76d1efbef1cfcdef5b83b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gubukekangto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untukmu yang sedang berulang tahun</title>
		<link>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/01/untukmu-yang-sedang-berulang-tahun/</link>
		<comments>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/01/untukmu-yang-sedang-berulang-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 03:59:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gubukekangto</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gubukekangto.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Aku memang bukan tipe orang yang romantis, dengan menelponmu di awal hari untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Namun yakinlah bahwa aku akan selalu menjadi orang yang setia menemanimu bangun di sepertiga malam untuk bersimpuh pada-Nya. Aku juga bukan orang yang pertama kali melihatmu. Namun yakinlah bahwa aku akan selalu menjadi orang yang setia melihatmu membuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gubukekangto.wordpress.com&amp;blog=13362138&amp;post=237&amp;subd=gubukekangto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Aku memang bukan tipe orang yang romantis, dengan menelponmu di awal hari untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Namun yakinlah bahwa aku akan selalu menjadi orang yang setia menemanimu bangun di sepertiga malam untuk bersimpuh pada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku juga bukan orang yang pertama kali melihatmu. Namun yakinlah bahwa aku akan selalu menjadi orang yang setia melihatmu membuka mata di setiap pagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Akupun bukan orang yang pertama kali mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Namun yakinlah bahwa aku akan selalu menjadi orang yang selalu menucapkan selamat pagi padamu di kala mentari pagi hadir kembali.<span id="more-237"></span>Aku bahkan bukan orang yang pertama kali mengenalmu. Namun yakinlah bahwa aku akan selalu menjadi orang yang mengerti akan dirimu hingga engkau tak mengenal dunia lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku juga bukan orang yang pertama kali berjalan bersamamu. Namun yakinlah bahwa aku akan selalu menjadi orang yang setia menemanimu kemanapun engkau pergi.</p>
<p style="text-align:justify;">Akupun bukan orang yang pertama kali tahu akan kelebihanmu. Namun yakinlah bahwa aku akan selalu menjadi orang yang mau menerima segala kekuranganmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Untukmu yang sedang ulang tahun. Maaf aku tidak bisa datang untuk memberimu kado istimema. Hanya untaian kata dan do’a yang bisa aku ucapkan. Semoga engkau selalu dalam Lindungan serta Anugerah-Nya. Selalu mendapat Nikmat dan juga Ampunan-Nya. Selalu mendapat Ridho dan juga Barokah-Nya, hingga akhirnya engkau menjadi insan yang mulia di hadapan-Nya. Amiin.</p>
<p style="text-align:justify;">Kupang 01 Juni 2011/29 Jumadil Akhir 1432H</p>
<br />Filed under: <a href='http://gubukekangto.wordpress.com/category/celoteh/'>celoteh</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gubukekangto.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gubukekangto.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gubukekangto.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gubukekangto.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gubukekangto.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gubukekangto.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gubukekangto.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gubukekangto.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gubukekangto.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gubukekangto.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gubukekangto.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gubukekangto.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gubukekangto.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gubukekangto.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gubukekangto.wordpress.com&amp;blog=13362138&amp;post=237&amp;subd=gubukekangto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gubukekangto.wordpress.com/2011/06/01/untukmu-yang-sedang-berulang-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/201a41d488e76d1efbef1cfcdef5b83b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gubukekangto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
